Sabtu, 10 Desember 2016

Bedah Buku Inspiratif


Bedah buku Best Seller oleh Kaq IWAN Wahyudi | Iwan Wahyudi dan Kaq Soni Ariawan

Hari ini sabtu, 10 Desember 2016 di UPT Perpustakaan Universitas Mataram. Sebuah moment yang jangan pernah untuk dilupakan. Sebelum menuju kesan hari ini, ada baiknya kuucapkan terima kasih kepada Penyelenggara Ksi Al-israa' Fakultas ertanian Universitas Mataram yang telah menghadirkan kedua pemateri KETJE. Terima kasih juga atas jamuannya. Hehe. Berikut kesan dana pa ang kudapatkan hari ini…

Kaq Iwan Wahyudi…

Dalam menulis, ada satu hal yang jangan pernah sampai hilang, yaitu SEMANGAT. Semangat harus kita tanam hari ini untuk ita penik di kemudian hari. Mengenai semangat, orang tua telah mengajarkannya dengan menerapkannya secara langsung kepada kita. Semangat orang tua dalam menghidupi, mendidik, membiayai, bahkan hingga kemudian hari pun adalah pelajaran berharga yang sangat inspiratif. Mereka berdua mengajarkan kita untuk memberi tanpa mengharapkan imbalan. Kita yang menjadi anaknya pun demikian. Tugas kita adalah memberikan manfa’at lebihkepada orang banyak anpa mengharapkan balasan apapun. Seperti kaq Iwan Wahyudi. Dari hasil penjualan bukunya, 10% Ia gunakan sebagai sumbangan untuk orang yang membutuhkan. Mungkin tidak ad acara lain untuk memberikan manfa’at dan mungkin juga itu adalah hal yang tidak terlalu nge-trend untuk dilakukan. Tetapi orang yang menerima pemberian dari manfaat kita akan sangat beruntung.

Kau tau? Kegiatan Bedah buku hari ini diiringi oleh suara hujan gerimis yang menjadi jadi menjadi hujan badai. Kedengarannya dari dalam ruangan seperti itu. Tapi entahlah bagaimana mungkin di luar sana. Hehe. Eh ternyata atapnya bochor. Mungkin gak pake No Drop kalleee yaa??? Hehe. Hampir semua peserta memperhatikan langit-langit yang terkena air hujan dari atap yang bocor itu. Tanpa disadari, focus perhatian berubah kepada air hujan yang jatuh membasahi lantai. Aku pun terbawa. Ternyata. Salah satu pemicu kegagalan utama adalah mengabaikan hal yang lebih penting untuk melihat hal yang terlihat menggoda dimana hal itu belum tentu jelas baik atau buruknya. Apapun itu. Segera sadarkan diri untuk berubah. Bagaimana pun masa lalu kita, yang penting masa sekarang harus jauh lebih baik lagi. Seorang pengemudi mobil selalu lebih sering melihat kaca depan dibandingkan dengan kaca sepion. Sesekali boleh lah melihat kaca sepion untuk memastikan keamanan perjalanan kita selanjutnya. Sesekali introspeksilah diri ini. Ingatlah atas dosa kesalahan dan kekhilafan yang pernah kita lakukan. Cukup itu yang menggerakkan hati untuk tetap terus memandang masa depan dengan semangat.

Kaq Soni Ariawan

Melanjutkan penyampaian mengenai semangat. Ada hal yang unik dan pasti akan terjadi bagi beberapa peserta Bedah Buku. Yaitu ketika telah meninggalkan ruangan apakah semangat membara itu akan sama dengan semangat ketika masih di dalam ruangan. Nah. Analogi yang diberikan oleh Kaq Soni Ariawan adalah dengan mandi dan berkeringat. Ketika kita mandi pastilah fresh bahkan kita siap untuk menjalani hari dengan penuh semangat. Ketika hari demi hari kita lalui dan berujung pada keringat yang banyak pastilah kita merasakan ketidaknyamanan yang sangat memicu hilangnya semangat. Kalua sudah begitu, yaaaa mandi lagi donk solusinya. Tentu. Dengan mandi kita bisa mengembalikan semangat yang hilang itu. Begitupun semangat yang telah ada. Andaikan semangat itu hilang ketka sampai di rumah, yang harus kita lakukan adalah sesegera mungkin mengembalikannya. Entah bagaimana pun caranya baik itu mengikuti seminar motivasi lag, bertemu para inspiratory, atau curhat kepada orang tua, atau apapun iti, yang penting semangat kita harus tetap ada dan andaikan hilang harus sesegera mungkin untuk dikembalikan.

Semangat memotivasi dan meeneginspirasi tiada henti memang harus tetap dijalankan. Ketika kita memotivasi ataupun menginspirasi orang lain, itu artinya kita juga melakukan hal yang sama untuk diri kita sendiri. Itulah sebabnya ada intospeksi diri. Suatu saat nanti, kita akan berada pada “the top of success” yaitu kesuksesan tertinggi. Bagaimana pun kita nanti, ketika sukses, jangan pernah untuk meluakan orang-orang yang telah berjasa atas keberhasilan yang kita raih saat ini. Jangan sampai ketika kita melupakan mereka itu yang menyebabkan kita “Tular Manoh”. Itu dalam bahasa sasak. Artinya istilah yang kita kenal itu tuan makan senjata. Eeehh. Salah. Senjata makan tuan. Hehe. Selain itu, sadari bahwa keberhaasilan kita jangan sampai sendiri. Kita harus berada di kalangan orang yang berhasil juga. Karena jangan pernah mendiamkan diri kita sendiri untuk tidak berada di kalangan orang baik dan sukses.

That’s it

Sebuah moment yang inspiratif dan memotivasi. Semoga bisa seperti kedua pemateri hari ini dengan jalan pribadi masing-masing.

Thank you Kaq Iwan Wahyudi dan Kaq Soni Ariawan and KSI Al-Israa’

(UPT Perpustakaan Universitas Mataram, 10 Desember 2016)


Sumber : Akun Facebook Lalu Ahmad Sya'roniy Zain

Related Posts

Bedah Buku Inspiratif
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.