Minggu, 04 Juni 2017

Peristiwa Persejarah Kesultanan Bima di Bulan Ramadhan

 

Ramadhan adalah bulan suci yang penuh dengan kemuliaan bagi ummat Islam diseluruh Dunia. Pada bulan penuh keberkahan ini banyak peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi dalam perjalanan Islam dan Ummat Islam, tentunya juga Kesultanan Bima. Kesultanan Bima merupakan salah satu poros penting penyebaran Islam dan perlawanan terhadap penjajah di Indonesia Timur bersama dengan Kesultanan lainnya : Kesultanan Makassar, Gowa, Ternate dan Tidore.

Jumat, 26 Mei 2017

Sejarah Masjid Baitul Hamid Raba Bima

Masjid Baitul Hamid Raba Bima NTB

Selain Masjid Kesultanan yang terletak di dekat Istana Bima, maka pada tahun 1935 didirikan pula Masjid Raya di Raba atas inisiatif Ruma Bicara (perdana Menteri) Abdul Hamid dengan mendapat restu dan dukungan dari Sultan Muhammad Salahuddin. 

Minggu, 07 Mei 2017

Memetik Hikmah dari Bunga




Semua kita tentu mengenal Bunga. Hasil penyerbukan tumbuhan yang kemudian akan menjadi buah. Bunga tampil dengan beragam bentuk dan rupa, bervariasi warna yang mempesona siapapun yang melihatnya, juga ia mengeluarkan beragam aroma semerbak yang membuat suasana menjadi sejuk dan segar.

Rabu, 03 Mei 2017

Catatan yang Luput Tercatat


Catatan di Balik Bilik mungkin penulis labelkan sebagai tempat dimana ia merangkai kata demi kata ditengah kesibukannya mengajar di MAN 2 Kota Bima sehingga menjadi sebuah buku kumpulan Cerita dan Puisi ini. Buku setebal 108 halaman karya Maraatussoaliha ini berisi 8 cerita dan 12 Puisi dari mozaik kehidupan keseharian  yang hampir semua kita pernah rasakan. Namun penulis merangkum keluputan yang penuh cinta, empati, pengorbanan, perjuangan juga kepiluan itu dalam sebuah kisah fiktif kaya pesan tanpa menggurui siapapun.

Jumat, 28 April 2017

Chairil Anwar “Pemberontak” yang Ingin Hidup 1.000 Tahun




Siapa tak kenal Chairil Anwar berarti tak pernah belajar Bahasa Indonesia seumur hidupnya. Saat generasi saya dibangku Sekolah Dasar (SD) mungkin juga masih pada generasi hari ini, apalagi generasi sebelum-sebelum saya pasti telah di cekoki dan hafal betul sajak-sajak berjudul Aku, Krawang Bekasi dan Diponegoro yang sangat mengalirkan api semangat melintasi berbagai generasi sejak sebelum masa kemerdekaan. Itulah sebagian dari buah ujung pena Chairil Anwar diantara 94 tulisan karyanya semasa hidup yang cuma ditakdirkan hingga usia 27 tahun. Ya, dia mati muda.

Rabu, 26 April 2017

Cahaya Lampu Fasilitas Negera



Suatu ketika khalifah Umar bin Khatab RA kedatangan seseorang saat mengerjakan tugas Negara dengan diterangi cahaya lampu. Setelah mempersilahkannya masuk dan duduk sang Khalifah bertanya pada tamu “ Apakah yang akan kita bicarakan adalah masalah Negara atau masalah pribadi ? “ . Ketika sang tamu menjawab permasalahan pribadi Umar langsung mematikan lampu dan sang tamu dibuatnya terkejut. Belum habis keterkejutan sang tamu pemimpin kaum muslimin ini menjelaskan, sebelum sang tamu datang ia sedang mengerjakan tugas Negara dengan menggunakan lampu yang merupakan fasilitas Negara, sekarang kita akan membicaraka permasalahan pribadi sehingga tidak layak jika juga harus menggunakan fasilitas Negara.

Mungkin cerita diatas menyadarkan kita akan pentingnya menjaga dan memisahkan mana yang menjadi amanah Negara atau public yang sedang melekat pada kita dengan status pribadi kita.

Kisah diatas kemudian melahirkan pertanyaan ngeles kita “ Ah itukan wajar karena mereka sahabat Rasul dan pernah hidup bersamanya sehingga memiliki keimanan yang tinggi, kita kan sekarang sangat jauh dengan masa Rasul sehingga wajar-wajar dikit kalau nyerempet “.

Kisah berikut mungkin lebih menyadarkan kita bahwa Keteladan dan perintah agama berlaku untuk semua ummat pada waktu dan tempat bagaimanapun kecuali pada hal-hal khusus, karena ini menimpa pada sosok manusia biasa seperti kita yang bukan Ulama atau bahkan sahabat Rasul.

Imam Ahmad pernah bercerita suatu ketika pernah didatangi seorang wanita yang bertanya “ Kami sedang mengobrol di lantai atas, lalu lampu penjaga melewati kami dan sinar lampu yang dibawanya mengenai kami yang sedang berbicara. Bagaimana Hukumnya Apakah dibolehkan berbicara dengan keluarga dan diterangi sinar lampu penjaga malam itu wahai syaikh ?”

Saudaraku, begitu hati-hatinya mereka menjaga diri dengan hal-hal yang kecil bahkan mungkin hal itu luput dari diri kita. Mereka khawatir karena hal yang kecil, sepele dan seberapa tersebut akan merusak dan menghancurkan masa depan dan urusan besar mereka di akhirat kelak.

Kita bisa menatap lekat terhadap kondisi bangsa kita. Betapa fasilitas Negara dan kewenangan yang diberikan Negara pada para pejabat di selewengkan dengan tanpa rasa malu dan menjadi kompetisi perlombaan korupsi.

Simak berita online www.kompas.com 31 Oktober 2012, Hasil pemeriksaan BPK atas kasus Proyek pembangunan sarana olahraga di Hambalang, Bogor Jawa Barat mencapai Rp. 243,66 miliar. Yang menjadi tersangka bukan orang biasa tapi Menteri dan Sekretaris Menteri Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI sekaligus.

Atau kasus lama yang menghangat sejak tahun 2010 dan masih belum berujung sampai saat ini. www.kompasiana.com 6 Februari 2012, memberitakan Kerugian Negara akibat bailout Bank Century mencapai Rp. 6,7 triliun.

Angka dari kasus diatas saja begitu fantastis belum ditambah perlombaan merampas uang Negara lainnya.
Disisi lain ruang bangsa ini, penegakan hukum atas rakyat kecil begitu cepat dan tak pandang bulu padahal yang mereka curi tidak seberapa hanya puluhan ribu rupiah atau beberapa butir buah coklat, bukan berarti kita mentolerir penyelewengan dengan skala kecil.

Saudaraku, apakah kita saat ini sudah berada pada kondisi yang dikhawatikan oleh Rasulullah SAW seperti tertera dalam sabdanya, “Orang-orang sebelum kalian menjadi binasa disebabkan mereka tidak menerapkan hukum hudud apabila pencurinya dari kalangan elit. Sebaliknya, jika pencurinya orang-orang lemah akan dikenakan hudud” (HR. Bukhari Muslim).

Hudud secara syar’I adalah hukuman-hukuman kejahatan yang telah ditetapkan oleh syara’ untuk mencegah dari terjerumusnya seseorang kepada kejahatan yang sama dan menghapus dosa pelakunya.

Saudaraku, dari kedua kisah cahaya lampu diawal tulisan ini kita dapat belajar banyak hal. Semoga menjadi cahaya yang menembus lembutnya hati kita yang tak terbuat dari besi dan baja.
Wallahu’alam.

Cordova Street
Jum’at, 28 Desember 2012
IWAN Wahyudi

Rabu, 19 April 2017

Menolak Patah


Ada mereka yang mendapat cobaan dan rintangan bertubi-tubi, namun hingga kini hal itu tak membuatnya terjatuh dan patah hingga sayap-sayap mereka tetap mengepak membentang mengantarkannya terbang mengarungi hari-hari kehidupan.

Senin, 03 April 2017

Mengambil Ibarat dari Buah Kelapa


Tentu kita semua tau bagaimana buah kelapa menyimpan daging buah dan airnya?

Tidak mudah begitu saja jika kita ingin meminum air dan kegurihan daging buahnya jika dibandingkan dengan menyantap buah lainnya sepeti apel, pisang bahkan durian sekalipun yang ketika telah masak mudah kita melahapnya.
Buah kelapa ketika masak dan telah tua buahnya akan semakin keras lapis-lapis pelindungnya berupa serabut lalu batok kelapa itu sendiri.

Sungguh jauh berbeda dengan buah lainnya yang semakin masak dan tua buahnya akan semakin lembek dan mudah dimakan secara langsung.

Kerabat, begitulah seharusnya menempatkan diri pada prinsip-prinsip dasar yang menjadi pijakan hidup kita baik keyakinan, idealisme, dan visi. Semakin lama kita harus semakin mapan dan matang terhadap hal-hal tersebut.

Semakin lama usia tentu prinsip-prinsip itu kian kokoh melandasi hidup dan menghasilkan buah yang sangat nikmat dan bermanfaat bagi diri dan sekitar, jika prinsip itu tak mampu menghadir buah dan kemanfaatan, mari berkaca mungkin ada yang salah terhadap landasan hidup atau cara menempatkannya selama ini.

Semakin lama mengarungi hidup tentu akan tumbuh dan terbukti bahwa prinsip hidup kita bisa survive menuntun langkah. Ia akan membangun sistem perlindungan sendiri hingga tak mempu goyah oleh godaan jaman, lapuk oleh waktu dan terhempas oleh goncangan-goncangan yang menggelincirkan. Sepeti buah kelapa yang kian lama terlindungi oleh batok yang kian keras dan serabut yang kian tebal.

#MariBerbagiMakna
#KOPinspirasiWAN

Aik Darek - Batukliang 01042017
IWAN Wahyudi