Kamis, 20 Oktober 2016

Bui Bukan Belenggu Pikiran




Salah satu kesalahan terbesar sebuah rezim diktator adalah memenjarakan para lawan politiknya untuk memangkas dan mematikan aktivitas sang lawan yang bisa menjatuhkannya. Padahal hal itu menjadi kebalikannya, lawan akan mendapat ruang yang lebih besar untuk konsolidasi terutama pemikiran.

Sang diktator sepertinya lupa akibat terbuai syahwat kekuasaan. Sebenarnya yang harus di bui adalah pemikiran-pemikiran para lawan yang berseberangan, bukan sekedar memenjarakan fisik belaka.

Itulah kenapa para pemilik ide besar saat dipenjara malah bertambah luas sebaran pemikirannya dan kian besar gerakan yang mendukungnya karena pemikiran adalah ruang kebebasan yang dapat diterima siapapun sedang kekuasaan  hanya milik dan dinikmati oleh segelintir orang disekitar penguasa.

Bui hanya membelenggu fisik kasar manusia, namun tak dapat memenjarakan pikiran-pikiran yang merdeka setiap saat.

20 Oktober 2016

IWAN Wahyudi
#DIARiwan

Related Posts

Bui Bukan Belenggu Pikiran
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.