Rabu, 19 April 2017

Menolak Patah


Ada mereka yang mendapat cobaan dan rintangan bertubi-tubi, namun hingga kini hal itu tak membuatnya terjatuh dan patah hingga sayap-sayap mereka tetap mengepak membentang mengantarkannya terbang mengarungi hari-hari kehidupan.

Ada juga mereka yang hanya mendapatkan derita seala kadarnya- jika tak ingin disebut hidup tanpa tantangan-, semua kebutuhan terpenuhi dan hampir jalan yang dilalui mulus-mulus saja, namun dengan sedikit ketidak yakinan diri karena sesuatu yang sepele menyebabkannya terjerembab dan patah lalu tak mampu untuk sekedar bangkit – Move On- kembali apalagi untuk melangkah dan berlari.
Ada banyak sebab tentunya, yang membuat dua fragmen patah diatas benar-benar nyata dan terjadi disekeliling kita. Kata kunci utama kenapa berbeda dua fragmen tersebut adalah kreatif.
Mengapa mereka sanggup menolak patah walaupun deraan menghujam tak berjeda? Kreatifitas macam apa yang mereka miliki hingga tak menjadi sayap-sayap patah yang membebani orang lain?
Ada banyak hal yang menjadikan jiwa-jiwa kreatif tumbuh dalam diri mereka dan terawat menjadi bekal yang tak pernah berhenti.
CINTA Tak Mengenal Patah.
Cinta bisa membuat siapapun dapat melakukan apapun untuk apapun.  Energi cinta yang mengalir dari lingkungan menjadikan kreatifitas selalu muncul untuk mempertahankan cinta, menumbuhkan cinta dan menghadirkan kebahagiaan pada orang-orang yang telah tulus mencintai mereka. Cintalah yang membuat mereka tak mengenal kata patah dalam silih bergantinya cobaan.
PELITA Tak Pernah Mengenal  Patah
Siapapun jika telah menjadi pelita berarti memiliki keistimewaan dan beban yang berat untuk senantiasa menyala dan memberi cahaya untuk sekitarnya yang dalam kegelapan. Mereka yang menjadi tulang punggung bagi yang lainnya harus mampu melahirkan terobosan-terobosan yang tak membosankan bagi diri maupun orang lain. Karena mereka menyadari bahwa padamnya api akan mengakibatkan yang lain kembali pada kondisi kegelapan.
TEGAR Tertatih Agar Tidak Patah
Satu hal yang membuat makhluk di bumi ini tetap eksis adalah kemampuan mereka untuk sanggup memepertahankan hidupnya dalam jangka panjang, bukan sekedar menjadi pemenang semata dalam etape kehidupan. Merakalah yang pantang mundur danterus melangkah walau dalam kondisi abnormal. Orientasi mereka bukan pada mulus dan idealnya perjalanan untuk menggapai kemenangan, tapi bagaimana tetap melangkah hingga garis finish sebagaimanapun tertatihnya berjalan merangkak sebab mereka tak ingin menjadi generasi yang patah ditengah jalan.
MIMPI  Tak Mengerti Kata Patah
Siapapun yang memiliki mimpi didalam hidupnya pasti akan melakukan segala cara agar mimpi-mimpi itu dapat digenggamnya. Mereka tak mau patah untuk menggapai mimpi karena sebagai alat bukti bahwa mimpi itu bukan sekedar bunga tidur yang tak bisa dibawa diluar waktu tidur. Mimpi itu terkadang menjadikan orang disekitar berprasangka dan mencela karena mencap hanya cuma angan-angan semata, tentu itulah jebakan-jebakan yang menimbulkan patahan-patahan harapan untuk mewujudkannya. Tak semua ucapan-ucapan orang perlu didengar apalagi tanpa dicerna harus ditelan dan dituruti. Karena sebagian dari mereka juga tidak tau secara detail apa mimpi kita dan sejauh mana kemampuan personal kita untuk menggapai mimpi tersebut.
Sebagian besar mereka menolak patah dalam keterbatasannya, karena patah berarti berhenti dan titik bukan koma. Menolak patah karena ruang batin mereka begitu kaya, selalu menyala , membakar, menggetarkan dan menggerakkan organ-organ lainnya untuk kreatif menjalani dan bertahan dalam setiap deraan warna hidup yang tak selamanya cerah dan  tanpa kenal kompromi. 
Mataram, 16 April 2017
IWAN Wahyudi
www.iwan-wahyudi.net

Related Posts

Menolak Patah
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.