Kipas angin kecil ini
salah satu benda peninggalan waktu kuliah dulu. Ia cuma bisa satu arah, tidak
bisa geleng ke kiri atau ke kanan. Mode kecepatannya juga cuma satu. Sampai
sekarang masih berfungsi sebagaimana layaknya dulu.
Dari kipas angin sederhana ini saya belajar filosofi
hidup.
Bergeraklah maka akan memberi manfaat. Kipas angin hanya
berguna jika baling-balingnya bergerak, berputar hingga menghasilkan angin dari
udara yang bergerak. Begitu juga kita dalam hidup ini. Bila tidak bergerak,
jangankan bermanfaat bagi orang lain, untuk diri sendiri pun mendatangkan
penyakit. Penyakit malas, sering melamun hingga stres.
Beri kesejukan bagi sekeliling. Kipas angin dengan angin
yang ditiupkannya memberikan rasa adem bagi sekitarnya. Apalagi dalam cuaca
panas musim kemarau. Kita juga dalam kehidupan selayaknya memberi ketenangan
dan kedamaian bagi orang lain. Setidaknya jangan jadi biang kerok, penyebab
masalah dan tukang panas-panasin dalam dunia nyata maupun jagad maya. Gibah
sana, gosip sini. Bedakan provokasi dengan kritik.
Kipas angin ia tidak bergerak berpindah tempat, hanya
bergerak di tempat memutar baling-baling. Ia dapat memberi manfaat dan
mendatangkan kebaikan. Kita dengan karunia gerak yang lebih kompleks dari kipas
angin tentu bisa membawa kebaikan yang lebih besar lagi. (*)
Cordova Street A-03, 01082026
#rehatiwanisnpiring #rehatiwan #MariBerbagiMakna #KipasAngin #FilosofiHidup
@rehatiwan Rehatiwan Inspiring
www.rehatiwan.blogspot.com


