Jumat, 31 Juli 2026

[FILOSOFI HIDUP KIPAS ANGIN]

 


Kipas angin kecil ini salah satu benda peninggalan waktu kuliah dulu. Ia cuma bisa satu arah, tidak bisa geleng ke kiri atau ke kanan. Mode kecepatannya juga cuma satu. Sampai sekarang masih berfungsi sebagaimana layaknya dulu.

Dari kipas angin sederhana ini saya belajar filosofi hidup.

Bergeraklah maka akan memberi manfaat. Kipas angin hanya berguna jika baling-balingnya bergerak, berputar hingga menghasilkan angin dari udara yang bergerak. Begitu juga kita dalam hidup ini. Bila tidak bergerak, jangankan bermanfaat bagi orang lain, untuk diri sendiri pun mendatangkan penyakit. Penyakit malas, sering melamun hingga stres.

Beri kesejukan bagi sekeliling. Kipas angin dengan angin yang ditiupkannya memberikan rasa adem bagi sekitarnya. Apalagi dalam cuaca panas musim kemarau. Kita juga dalam kehidupan selayaknya memberi ketenangan dan kedamaian bagi orang lain. Setidaknya jangan jadi biang kerok, penyebab masalah dan tukang panas-panasin dalam dunia nyata maupun jagad maya. Gibah sana, gosip sini. Bedakan provokasi dengan kritik.

Kipas angin ia tidak bergerak berpindah tempat, hanya bergerak di tempat memutar baling-baling. Ia dapat memberi manfaat dan mendatangkan kebaikan. Kita dengan karunia gerak yang lebih kompleks dari kipas angin tentu bisa membawa kebaikan yang lebih besar lagi. (*)

Cordova Street A-03, 01082026

#rehatiwanisnpiring #rehatiwan #MariBerbagiMakna #KipasAngin #FilosofiHidup
@rehatiwan Rehatiwan Inspiring
www.rehatiwan.blogspot.com


Related Posts

[FILOSOFI HIDUP KIPAS ANGIN]
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.