Minggu, 08 Juli 2018

Filosofi Mie Instan


Tiba-tiba kangen mie, soalnya udah hampir sebulanan gak makan mie instan (percayakan klo saya makan yang bergizi). Akhirnya makan mie instan ala mahasiswa, bukan direbus tapi direndam dalam air panas.
Mie instan itu sederhana. Ia dijual dengan harga terjangkau bahkan murah. Disajikan mudah bahkan mudah sekali hanya cukup butuh air panas. Ia mudah didapat dari tempat sekelas Mega Mall sampe kios kecil dipelosok paling pelosok sekalipun.

Sabtu, 07 Juli 2018

Memahami Kerinduan Orang Sekeliling




Coba ingat kembali kapan terakhir kali kita mengunjungi kediaman orang terdekat kita? Kita akan menemukan resonansi emosi yang apa adanya, jauh dari formalitas yang membuat jarak, mengabaikan posisi yang cenderung menjadi sekat. Begitulah makna yang Allah berikan pada mereka yang menyambung terus ikatan silaturahim dengan saling mengunjungi.

Rabu, 04 Juli 2018

Kawan dan Ruang Kebahagiaan




Suatu ketika seorang tabi'in bernama Muhammad ibnu Munkadir pernah ditanya, "Perbuatan apa yang paling engkau sukai?" Beliau menjawab, "Membuat seorang muslim merasa gembira." Kemudian ditanya lagi, "Perbuatan apa yang paling engkau inginkan?" Maka beliau pun menjawab, "Mengutamakan kawan-kawanku".

Senin, 02 Juli 2018

Tak Ada Peran Abadi




Hidup itu hanya persinggahan dari satu tempat ke tempat berikutnya dari satu peran ke peran lainnya. Kadang dengan waktu singkat adakalanya lama. Begitulah cara Allah agar kita keluar dari zona nyaman.

Minggu, 01 Juli 2018

Oleh-oleh




Oleh-oleh, kata yang hampir sebulan terakhir sering terdengar ditelinga kita terutama yang pulang kampung atau didatangi oleh mereka dari rantauan. Ada yang sibuk menyiapkan oleh-oleh, disisi lain ada yang menagih oleh-oleh. Ada yang senang ketika ditanya "mana oleh-olehnya?" Atau diwanti-wanti "jangan lupa oleh-oleh" karena itu peluang beramal, berbagi dan mempromosikan produk daerah asal sesederhana apapun itu. Ada juga sebagian kita yang merasa "terbully" dan diteror dengan tagihan oleh-oleh itu, makin terlihatkan kalo kita rajin sekali menagih oleh-oleh ke orang lain namun sebaliknya menjadi paling "bete" saat dimintai oleh-oleh.

Rabu, 06 Juni 2018

AD DURRAH, AHMAD YASIN DAN RAZAN: KEPAHLAWANAN PALESTINA YANG MELINTASI GENERASI




Sore itu sekitar pukul 3 waktu setempat di Persimpangan Netzarim, Jalur Gaza. Jamal al-Durrah dan putranya yang berusia 12 tahun, Muhammad  keduanya sedang meringkuk di balik sebuah benda silinder, sang bocah menangis dan ayahnya meleraikannya, kemudian muncul tembakan dan debu, setelah itu sang bocah terlihat terkapar di lutut ayahnya. Tembakan itu berasal dari tentara Israel, kejadian 30 Sepetember 2000 itu direkam oleh Talal Abu Rahma, seorang juru kamera lepas Palestina untuk France 2, saat mereka berada di tengah-tengah baku tembak antara pasukan keamanan Israel dan Palestina. Rekaman lebih kurang 50 detik itu ditonton oleh masyarakat dunia dan sontak terjadi aksi solidaritas. Muhammad Jamal Al-Durrah (kelahiran 1988) adalah bocah kelas lima SD, namun sekolahnya ditutup pada 30 September 2000; Otoritas Palestina menyerukan serangan umum dan hari berkabung setelah kekerasan di Yerusalem sehari sebelumnya.

Kamis, 17 Mei 2018

BUKU dan KRISIS MEMBACA

Membaca dalam agama Islam bukan hal yang asing. Karena ayat pertama yang turun pada nabi Muhammad SAW adalah IQRO (bacalah), membaca dengan segala makna yang terkandung didalamnya.

Senin, 02 April 2018

NGILMU BUDAYA DAN LITERASI

NGILMU BUDAYA DAN LITERASI

Foto IWAN Wahyudi.

Tiga tahun yang lalu tepatnya Bulan Maret 2015 Awal saya ke kedai kopi dan buku Kalikuma. Maksud hati hanya mencari tempat tongkrongan dan ngopi ketemu darat dengan Ardy S dan Bang Rangga Babuju, namun ibarat sekali mendayung dua tiga pulau tersinggahi. Di tempat ini dahaga tentang wawasan literasi dan budaya (terutama lokal Bima) menemukan tegukan airnya.

Setiap singgah selalu ada saja ilmu baru baik literasi maupun budaya dari diskusi ringan sambil menyeruput kopi. Bagi saya ibarat menemukan ruang yang selama ini belum terisi dari beraktifitas organisasi.

Malam Sabtu pekan lalu sebuah keberuntungan dapat hadir dalam #SKUTER (Sekolah Kalikuma Terlibat) yang telah dirancang lama dan telah beberapa pekan dimulai. Malam itu pematerinya DR. Abdul Wahid yang akrab kami panggil Aba Du Wahid mata pelajaran #Perspektif/Sudut Pandang.

Pasca Skuter yang berlangsung hingga hampir jam 11, dilanjutkan dengan diskusi hingga melewati pukul satu dini hari yang begitu hangat ditambah dengan kehadiran Bang Fahru Rizki Blogger sejarah/budaya Bima yang datang dari Bima mengikuti #Skuter. Etnografi yang merupakan spesialisasi doktoral DR. Abdul Wahid dan sudut pandang dunia literasi terutama terkait tulisan-tulisan disosial media menjadi hal menarik sekaligus refleksi diri bagi saya khususnya.

Malam itu jadi semakin spesial karena bertepatan dengan Milad Bu DR. Atun Wardatun (istri Aba Du Wahid). Terimakasih atas cicipan kue ultahnya Bu, Semoga segala keinginan terkabul dan dimudahkan oleh-Nya.

Ngilmu Budaya dan Literasi tak selamanya ditempat dan acara formal, banyak ruang yang telah tersedia disekeliling namun kita belum menemuinya.

03042018 03:43 BB33 Bukit Permai
#IwanWahyudi
#MariBerbagiMakna
#InspirasiWajahNegeri
#KomunitasGerimis
www.iwan-wahyudi.net
Foto IWAN Wahyudi.