Kamis, 13 Desember 2018

BAN SEREP, BAHAGIA WALAU BUKAN YANG UTAMA



Semua kita hampir pernah naik kendaraan, diantaranya pernah mengalami atau melihat kendaraan tersebut bannya kempes atau bocor sehingga perjalanan tertunda dan terhambat. Seketika itu ban yang bocor tersebut harus segera diganti dengan ban yang lain, ban cadangan itu biasa dikenal dengan nama BAN SEREP.

Dalam hidup juga kita merasakan hal yang sama layaknya ban serep. Setiap saat yang menjadi perhatian, tumpuan dan pujian bukan kita. Hal-hal yang menyenangkan selalu tidak dilibatkan, bahkan ban serep disembunyikan agar tidak terlihat, disimpan ditempat yang paling bawah, biasanya dikolong kendaraan yang paling dahulu terkena debu, terciprat becek bahkan tergores oleh dahan dan benda tumpul lainnya saat melalui jalan pegunungan dan hutan.
Mengalami Kejadian dan Beban Berat.
Semua ban memiliki fungsi yang luar biasa. Semahal apapun harga mobil, sekinclong apapun body kendaraan, semahir apapun supir, secanggih apapun mesin yang digunakan, semua tidak akan memiliki arti saat tidak ada ban yang berputar menggerakkan dari satu tempat ketempat lain. Ia akan tetap berputar, medan apapun yang akan dilewati, seberat apapun kendaraan dan barang yang dibawa diatasnya. Saat ban utama tak bisa berfungsi, mau tidak mau ban serep harus bersedia mengemban dan mengambil alih peran seketika itu juga tanpa ada proses tawar menawar.
Miskin Perhatian Namun Tidak Sombong.
Ketika ingin membeli atau menaiki kendaraan yang pertama dilihat dan menjadi pertimbangan adalah body kendaraan dan semua yang terlihat oleh mata. Hampir tidak ada yang menanyakan dan memperhatikan ban serep, betapa terkucilnya. Padahal ban serep memiliki peran yang tidak bisa dipandang sebelah mata agar perjalanan penuh nuansa kegembiraan.
Dilupakan Saat Senang, Dicari Kala Genting.
Pernah lihat jurus paling ampuh andalan setiap pendekar akan dikeluarkan saat diawal perkelahian atau paling akhir saat semua jurus tak lagi mempan menaklukan sang musuh? Ya, benar ia akan digunakan terakhir saat kondisi genting dan tak ada lagi yang dapat diharapkan. Begitulah ban serep ia tercampak saat normal dan luput perhatian kala biasa, waktu genting dicari dan dilihat saat darurat.
Dalam lakon kehidupan tak semua kita menjadi pemeran utama, namun yang terpenting adalah fungsi dan kontribusi bagi yang lain. Dalam pentas kepahlawan banyak diantara mereka dari golongan yang tak dilirik, namun mereka mampu menunjukan bahagia dan bangga menjadi cadangan seperti layaknya ban serep.
13122018 22:06 Rumah Pembelajaran
#IWANwahyudi
#MariBerbagiMakna
#InspirasiWajahNegeri
~~~~~
www.iwan-wahyudi.net
Fanpage Facebook : IWAN Wahyudi
Twitter, Instagram : @iwanwahyudi1
HP/WA : 081803662292
~~~~~

Related Posts

BAN SEREP, BAHAGIA WALAU BUKAN YANG UTAMA
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.