Tampilkan postingan dengan label SANDAKA Dana MBOJO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SANDAKA Dana MBOJO. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juni 2022

MAKAM RUMA JAI LA MANGGE


Sudah sejak lama lokasi yang berpagar besi yang berada di tepi jalan, tepatnya sebelah utara lapangan Dusun Bontoranu Desa Rada Kecamatan Bolo Kabupaten Bima ini membuat saya penasaran. Apalagi terdapat plang bertulis Benda Cagar Budaya. Terhitung sejak tahun 2012 saat pertama kali melintasi jalan ini ke Soromandi menuju kediaman sahabat saya Arif,  baru pada tanggal 11 Januari 2022 silam saya benar-benar singgah dan melihat lebih dekat dan mengambil gambar makam ini bersama Sucipte.



Diplang makam tertulis Benda Cagar Budaya Makam Ruma Jai La Mangge. Nama yang bagi saya kurang familiar dan baru mendengarnya. Rasa penasaran kemudian membawa berselancar didunia maya mencari tau siapa sebenarnya Ruam Jai La Mangge ini. Hanya dua situs yang memuat sosok ini :



Pertama, https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/. Situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan. Postingan tanggal 23 Juli 2017 terkait Inventaris Warisan Budaya di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Di situs ini hanya memuat informasi Makam Ruma Jai La Mangge (50 L 0681438 UTM 9060752), Cagar budaya berupa: empat buah struktur makam.  https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbali/inventarisasi-warisan-budaya-di-kabupaten-bima-provinsi-nusa-tenggara-barat/



Kedua, https://alanmalingi.wordpress.com. Memuat tulisan yang diposting tertanggal 2 September 2013 berjudul “ Ruma Jai La Mangge “. Walaupun tidak panjang, tapi menampilkan beberapa informasi. Menurut penduduk sekitar Ruma Jai La Mangge merupakan orang sakti dari tanah Gowa yang mendirikan kampong Bontoranu. Kesaktiannya tersebut dapat melindungi masyarakat dari serangan musuh. Keturunan Ruma Jai La Mangge masih ada hingga sekarang di Dusun Bontoranu dan masih memiliki hubungan keluarga dengan raja-raja Sanggar. https://alanmalingi.wordpress.com/2013/09/02/ruma-jai-la-mangge/

Foto : Sucipte, 11 Januari 2022

21062022, 15:13

#SandakaDanaMbojo #MariBerbagiMakna #InspirasiWajahNegeri #reHATIwan #IWANwahyudi

@inspirasiwajahnegeri

@iwanwahyudi1

www.iwaninspirasinet.blogspot.com


Minggu, 28 Januari 2018

Ulama Sumbawa, Raja Tambora dan Islam Cape Town Afrika Selatan




Beberapa waktu yang lalu saya menghadiri peluncuran dan bedah buku “ Sumbawa dalam Kepingan Sejarah” yang berisi 6 tulisan hasil lomba penulisan sejarah dan budaya Sumbawa. Saat memasuki pemaparan tulisan ke-6 pada halaman 73 yang berjudul “ Ulama yang Ditakuti Kompeni, Lalu Ismail Dea Malela” .Disebut ulama tersebut dipenjara di Cape Town Afrika Selatan. Mendengar kata Cape Town Afrika Selatan sepertinya sangat familiar bagi saya. Sambil mengingat akhirnya saya teringat Cape Town adalah tempat Pembuangan Raja Tambora oleh Belanda.

Minggu, 04 Juni 2017

Peristiwa Persejarah Kesultanan Bima di Bulan Ramadhan

 

Ramadhan adalah bulan suci yang penuh dengan kemuliaan bagi ummat Islam diseluruh Dunia. Pada bulan penuh keberkahan ini banyak peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi dalam perjalanan Islam dan Ummat Islam, tentunya juga Kesultanan Bima. Kesultanan Bima merupakan salah satu poros penting penyebaran Islam dan perlawanan terhadap penjajah di Indonesia Timur bersama dengan Kesultanan lainnya : Kesultanan Makassar, Gowa, Ternate dan Tidore.

Jumat, 26 Mei 2017

Sejarah Masjid Baitul Hamid Raba Bima

Masjid Baitul Hamid Raba Bima NTB

Selain Masjid Kesultanan yang terletak di dekat Istana Bima, maka pada tahun 1935 didirikan pula Masjid Raya di Raba atas inisiatif Ruma Bicara (perdana Menteri) Abdul Hamid dengan mendapat restu dan dukungan dari Sultan Muhammad Salahuddin. 

Selasa, 19 April 2016

WUA KAWI


WUA KAWI. Itu nama yang akrab bagi masyarakat Dana Mbojo (Bima-Dompu) NTB terhadap buah ini, bahasa IndonesiaƱya ada yang menyebutnya dengan kinca bahkan ada yang menjulukinya apel Bima. Kulit luarnya sangat keras, buah ini dapat dinikmati saat muda atau ketika telah masak. Daging Buah mudanya berwarna putih dan biasanya menjadi salah satu bahan rujakan, sedangkan daging buah masaknya berwarna coklat muda hingga tua dan biasa dimakan langsung atau ditambah dengan gula. Buah ikon khas dana mbojo ini sekarang semakin berkurang dibanding tempo dulu hampir setiap rumah penduduk dipedesaan terutama dengan kadar ait tanah minim. Sangat beruntung jika anda ke Dana Mbojo dan dapat menikmatinya. #DanaMbojo 
#KawiMbojo  
#AyokeBimaDompu 
#KalemboADE
www.iwan-wahyudi.net

Senin, 04 Januari 2016

Soekarno Dua Kali Mengunjungi Kesultanan Bima



 

Presiden Soekarno pernah dua kali berkunjung ke Kesultanan Bima yakni tahun 1933 dan 1950 dan menginap di Istana kesultanan Bima. Ini menunjukan kedekatan hubungan Kesultanan dan Soekarno.Beranjak ke lantai atas Istana Kesultanan Bima (sekarang Museum ASI MBOJO) , Anda bisa menemui kamar tidur Presiden Soekarno yang terletak di sebelah kanan tidak jauh dari tangga. Di dalam kamar tidur Soekarno, ada sebuah tempat tidur yang ditutup oleh tirai putih transparan. Ada juga sebuah meja dan kursi yang beberapa bagiannya dilapisi oleh kain tenun khas Bima. Dua potret wajah Soekarno pun dibingkai rapi dan dipasang di dinding.Tidak ada bagian dari kamar Soekarno yang diubah sedikit pun, kecuali beberapa bagian yang dicat ulang sesuai dengan warna aslinya.  (Dari berbagai Sumber, Foto Kompas dan Koleksi Pribadi)